Keblinger,, mungkin itu sebuah kata yang tepat mendeskripsikan situasi pendidikan di Indonesia saat ini. Bagaimana tidak, bisa kita lihat kualitas pendidikan yang secara mayoritas masih dibawah standar meskipun memang masih ada siswa/i negeri ini yang mampu meraih prestasi di tingkat dunia dengan memenangkan berbagai kejuaraan baik itu Fisika, Matematika dan sebagainya, tapi hal itu tidak cukup menjadi parameter baiknya kualitas pendidikan di negeri ini. Berbagai upaya dijalankan guna mengerek tingkat kualitas pendidikan di negeri tercinta ini namun masih belum cukup juga dan belum ada hasil yang memuaskan. Seiring pergantian periode menteri pendidikan tak juga ada perubahan signifikan, bahkan ada kesan sistem pendidikan mengikuti siapa orang yang menjabat sebagai menterinya. Ganti periode jabatan menteri pendidikan berganti pula sistem pendidikan yang diberlakukan dan seperti yang sekarang ini kita lihat mayoritas hasilnya, malah dilihat dari perbandingan kelulusan baik tingkat SMP dan SMA tahun sebelumnya tahun ini mengalami peningkatan tingkat ketidak lulusan siswa dan mencerminkan penurunan kualitas secara nasional. Belum lagi fenomena kerusuhan antar pelajar dan pergaulan bebas yang kian hari semakin kronis padahal mereka adalah penerus generasi negeri ini,, well.. kalau boleh pakai jargon, cocoknya : ”Apa kata dunia !!”.

Pendidikan merupakan pilar penting dalam perkembangan peradaban manusia, dengan ilmu pengetahuan perbaikan hidup dan kesejahteraan dapat digapai. Lalu bagaimana jika pendidikan itu tidak berjalan??? Bisa kita bayangkan… dan bagaimana dengan sistem pendidikan yang sekarang ini berjalan, apakah sudah sesuai untuk memajukan mutu pendidikan itu sendiri? Bisa dilihat relitasnya dalam kehidupan sehari-hari, berapa banyak sarana pendidikan yang sudah tak layak guna baik di kota apalagi di pedesaan padahal itu merupakan tanggung jawab pemerintah dalam menjamin kelangsungan pendidikan bagi masyarakatnya guna mencerdaskan kehidupan warganya toh?? Belum lagi tindakan men-swastanisasikan pendidikan lewat UU BHP yang belakangan memang sudah dihapuskan namun itu merupakan satu bentuk ketidak berpihakan pemerintah terhadap pendidikan warganya dan salah satu bentuk liberalisasi pendidikan,, belum lagi mahalnya biaya pendidikan yang memang bukan cerita lagi, hanya orang ber’duit’ yang bisa sekolah.. sekarang ini tidak ada jaminan mutlak dari pemerintah bagi warga negaranya meskipun hanya untuk mencicipi rasanya pendidikan formal bagi ”the lower class”…

Mau di bawa kemana pendidikan yang merupakan pilar negeri ini wahai para pemimpin?
Tidakkah kalian lupa bahwa kalian akan dimintai pertanggung jawaban di hari perhitungan nanti?
Ataukah kalian telah lupa bahwa hari pengadilan itu benar adanya?

Advertisements

About NcangDaus

Tentang saya? kiranya ngga terlalu penting, nikmatilah tulisan ini tanpa harus tahu siapa penulisnya... :):D:D:D

14 responses »

  1. bayuputra says:

    sebenarnya yang membuat pendidikan di Indonesia dikatakan di bawah stanbdar ini salah siapa yah ??
    duh saya suka sekali dengan postingan ini … saya suka dengan bagian ini ..
    Keblinger,, mungkin itu sebuah kata yang tepat mendeskripsikan situasi pendidikan di Indonesia saat ini. Bagaimana tidak, bisa kita lihat kualitas pendidikan yang secara mayoritas masih dibawah standar meskipun memang masih ada siswa/i negeri ini yang mampu meraih prestasi di tingkat dunia dengan memenangkan berbagai kejuaraan baik itu Fisika, Matematika dan sebagainya, tapi hal itu tidak cukup menjadi parameter baiknya kualitas pendidikan di negeri ini. Berbagai upaya dijalankan guna mengerek tingkat kualitas pendidikan di negeri tercinta ini namun masih belum cukup juga dan belum ada hasil yang memuaskan. Seiring pergantian periode menteri pendidikan tak juga ada perubahan signifikan, bahkan ada kesan sistem pendidikan mengikuti siapa orang yang menjabat sebagai menterinya. Ganti periode jabatan menteri pendidikan berganti pula sistem pendidikan yang diberlakukan dan seperti yang sekarang ini kita lihat mayoritas hasilnya, malah dilihat dari perbandingan kelulusan baik tingkat SMP dan SMA tahun sebelumnya tahun ini mengalami peningkatan tingkat ketidak lulusan siswa dan mencerminkan penurunan kualitas secara nasional. Belum lagi fenomena kerusuhan antar pelajar dan pergaulan bebas yang kian hari semakin kronis padahal mereka adalah penerus generasi negeri ini,, well.. kalau boleh pakai jargon, cocoknya : ”Apa kata dunia !!”.

  2. bayuputra says:

    mari kita singsingkan lengan baju kita bersama – sama kita majukan pendidikan Indonesia …

  3. tomi says:

    nahh bangsa kita saat ini smuanya memikirkan diri sendiri.. orang tua pun lbh asyik dgn dunia kerja nya daripada mendidik anaknya…

    • Daoz says:

      yap,, individualistis merupakan sikap masyarakat dengan paham kapitalis.. lebih mengedepankan kepentingan individualistik,, dan berorientasi pada bagaimana meraih materi sebanyak-banyaknya yang mereka anggap akan membawa kebahagiaan pada hidup..

  4. pendidikan di negara kita menurut saya masih inkonsisten
    kadang bagus kadang juga jelek

    hemm

    • Daoz says:

      iya ga stabil gitu,, coz aturannya emang ga mutlak dan selalu berubah-ubah menurut siapa yang berkuasa,, maka itu perlu ada sistem aturan yang baku dan absolut…

  5. sunflo says:

    kita mulai dari generasi mudanya sekarang ini, diharapkan yang nyadar ya yang muda2 .. kan kelak jadi pengganti mereka, jangan sampai lebih parah dari yang udah sekarang ini, gmana?

    • Daoz says:

      yap,, setuja Mbak Sun.. tapi kalo sistemnya juga keblinger gimana anak mudanya ga ikutan keblinger tuh ^^

  6. Budisastro says:

    saya kira tadi sistem pendidikan blogger. weh salah aku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s