Hidup memang penuh lika liku dan pasti akan selalu fluktuatif  layaknya harga saham di lantai bursa dan bagai pentil roda sepeda yang terkadang di atas dan disaat yang lain berada di bawah. Namun kita ga akan ngebahas tentang pentil ban sepeda, apa bedanya ban dan roda?? sudah lupakan.. Ketika posisi berada di atas kita jangan lupa untuk bersyukur atas apa yang telah Allah berikan dan jangan lupa untuk selalu berbagi kepada sesama karena kebahagiaan itu adalah ketika orang lain dapat merasakan kebahagiaan yang kita rasakan. Begitu juga disaat kita berada di posisi yang kurang menguntungkan, ketika berada dibawah sepatutnya kita bersabar atas apa yang menimpa dan yang terpenting tetap bersyukur karena masih diberikan anugerah berupa hidup yang masih lebih baik dari orang lain yang lebih kurang beruntung di seberang sana, berapa orang yang tidak bisa lagi menatap cahaya mentari pagi, berapa orang yang harus dipapah hanya untuk sekedar berjalan, berapa banyak orang kurang beruntung sehingga mereka tidak dapat membaca postingan ini,, (hhe becanda) Kesabaran itu dalam tiga kondisi, yaitu dikala mendapat musibah dimana hanya kepada-Nya lah kita bersandar dari musibah yang sedang menimpa, disaat kita ditinggal orang yang kita cintai, disaat bencana alam melanda dan hanya kepada-Nya kita mengharap pertolongan. Lalu dalam kondisi menghindari kemaksiatan, bersabar dalam kondisi ini juga pasti terasa berat, dikala hawa nafsu mendera bak gelombang tsunami yang tak terbendung  melanda antartika, salah satunya bersabar dikala ingin memegang/menyentuh  lawan jenis yang bukan mahrom, karena diriwayatkan bahwa Rasul selama hidupnya tidak pernah menyentuh wanita yang bukan mahromnya bahkan lebih baik tombak besi panas ditusukkan ke kepala daripada harus menyentuh wanita yang bukan mahrom, (nah kalau kita?). Serta bersabar dalam hal ketaatan, memang untuk meraih Jannah yang notabene murah biayanya lebih sulit dari jalan menuju neraka yang biayanya mahal. Coba bandingkan antara shaum yang murah meriah berkah dengan dugem yang mahal dan sia2??  lalu bandingkan  sholat dengan menenggak alkohol (apalagi yang 70%..), murah mana.. yap,, begitulah kalau hawa nafsu yang dijadikan “peta” hidup sebagai panduan. Untuk meraih ketaatan perlu melalui jalan terjal dengan menembus batasan-batasan nafsu duniawi dan itu tidaklah mudah.

Semoga kita selalu dalam kesabaran.

.:: Wasta’iynuw bishshobri washsholaah ::.

Advertisements

About NcangDaus

Tentang saya? kiranya ngga terlalu penting, nikmatilah tulisan ini tanpa harus tahu siapa penulisnya... :):D:D:D

18 responses »

  1. febriyanto says:

    susah banget emang bersabar….. hmmm….. sabar…..

  2. farus says:

    Absobrul minal iman (sabar itu sebagian dari iman) tetep semangat sob…

  3. orange float says:

    bersabarlah karena orang sabar disayang Tuhan

  4. Tary Sonora says:

    untuk bersabar sepertinya diawali denagn ikhlas dulu kali yah…

  5. nanindaaaa says:

    iya sabar memang susah tapi ngga ada ruginya juga berusaha kan…

  6. bayuputra says:

    setuju sekali …. jujur .. saya termasuk orang yang susah untuk sabar … heee ….
    nggak tau kenapa … memang sudah bawaan lahir kali.. hee…

  7. ndop says:

    harusnya di header ditulis mas: SABARLAH!!! biar masnya jadi ingat untuk teru sabar.. hehehehehe….

  8. sunflo says:

    ini juga yang tengah aq tetapi dan resapi, sabar itu..

  9. Ifan Jayadi says:

    Iya, emang sulit untuk sabar. Ada saja hal2 yang membuat diri ini cepat naik darah. Namun alangkah baiknya jika kita terus berusaha menekan amarah tsb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s