Belakangan lagi gencar2nya isu tentang masalah dengan negeri tetangga,, dimulai dari masalah pengakuan kebudayaan hingga masalah ter up to date yakni penangkapan sejumlah orang / pegawai patroli laut maupun nelayan warga Negara Indonesia yang disinyalir dengan alasan pelanggaran batas wilayah… Hmm…

Dan ngga butuh waktu lama, sudah dapat ditebak banyak warga Indonesia yang merasa terusik dengan tindakan semena-mena negeri jiran tersebut… turunlah berbagai aksi menentang bahkan lebih jauhnya untuk mengajak duel alias ngajakin perang kepada negara tetangga itu,, berbagai nada provokasi pun timbul di berbagai media menyusul kasus ini.
Ya, itulah nasionalisme dengan sifat khas nya,, ikatan lemah yang hanya timbul jika penghuni suatu wilayah merasa terusik dengan gangguan dari luar ataupun dari dalam wilayah itu sendiri. Nasionalisme timbul akibat suatu penduduk negeri yang sudah lama terikat dan menetap dalam satu wilayah. Jadi ikatan kebangsaan / nasionalisme itu timbul ketika sekarang banyak wilayah2 di dunia terpetakan dengan berbagai macam negara.

Sebenarnya mereka yang merasa nasionalis harus berfikir ulang tentang nasionalisme itu sendiri yang bersifat ngga konsisten, kalo di lihat tentang kata nasional/bangsa/ras maka memiliki ciri khas tertentu. Kita merupakan satu nasional/bangsa dengan negeri jiran tersebut, yaitu Melayu. Tapi kenapa kemudian saudara kita di bagian timur yang notabene bukan bangsa melayu tapi masuk ke bangsa/ ras Negroid masuk dalam lingkup nasional Indonesia… kan.. Coba dipikirkan ke absurb-an para nasionalis semu itu.

Sungguh ada ikatan yang lebih mulia dibanding ikatan kebangsaan, itulah ikatan aqidah. Coba lihat ketika para nasionalis itu berkoar menantang negeri jiran yang telah “merampok harta” mereka, tapi apakah mereka juga berkoar menantang negeri barat dzolim yang menindas saudara seiman mereka di Gaza, irak, afganistan??? Rasa kebangsaan begitu hinanya hingga mempertahankan harta budaya lebih penting dari ribuan jiwa yang terancam mati tertindas oleh rudal2 imperialis barat…

Kita terkotak-kotakan dalam wilayah negara(nasional) sehingga terlalu sibuk memikirkan diri sendiri padahal di luar sana banyak saudara seiman kita yang sedang teraniaya.

Mana ada negara yang melindungi kaum muslim ketika Rasulullah dilecehkan dengan karikatur, mana ada negara yang bertindak tegas ketika ada isu pembakaran al-qur’an, mana ada yang membela dengan mengirimkan pasukan ke Gaza.. Semua hanya bisa mengecam dan mengutuk… kecaman dan kutukan hanya membuat penjajah barat itu tertawa puas…

Masihkah kau bangga dengan nasionalisme mu…

Yang Kita butuhkan

HTML Codes

Advertisements

About NcangDaus

Tentang saya? kiranya ngga terlalu penting, nikmatilah tulisan ini tanpa harus tahu siapa penulisnya... :):D:D:D

4 responses »

  1. Yolis says:

    hmm.. bener juga niihh… pendapatnya bagus, siipphh.. 🙂

  2. ai says:

    mohon maaf lahir dan bathin dulu deh…. 😀

  3. ^_^

    berkunjung di pagi hari …

  4. alo bos, salam kenal 🙂
    serem kalo gaza begini terus 😦
    btw tukeran link yuk 😀
    ditunggu kabar baiknya ya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s