Menjalani kehidupan memang banyak lika-liku nya, sebab kita manusia gudangnya salah dan khilaf. Pun bagi orang biasa, sekelas Rasulullah pun pernah salah tapi beliau segera bertobat beda dengan kita yang justru bukan bertobat malah berobat, ke dukun pula. Bisa dibilang kita hanya memiliki sedikit perbedaan dengan Rasulullah, ya memang hanya sedikit. Kita cek buktiya kecilnya. Rasulullah itu hanya sedikit makan, kita sedikit-sedikit makan. Beliau itu hanya sedikit tidur, kita sedikit-sedikit tidur. Toh, hanya beda sedikit, kan?
Ada yang menarik tentang penjahat, berita terakhir di TV menyebutkan bahwa kapasitas salah satu Lapas di pulau Jawa overload alias kelebihan kapasitas. Bayangkan yang overload itu LP, kenapa bukan PonPes yang overload?? Yah, sebuah parameter kecil untuk mendeskripsikan situasi posisi kita saat ini. Dalam sudut pandang saya, kira-kira ada dua sebab LP bisa overload begitu. Pertama, tingkat kemakmuran yang makin bertambah (kekurangannya) di formulasikan dengan tingginya kerendahan tingkat pendidikan. Kedua, kurang baiknya distribusi pendapatan dan distribusi kejahatan di negeri ini. Andai tingkat kejahatan merata di setiap daerah maka kelebihan kapasitas di Lapas dapat dihindari dan lebih baik lagi distribusi pendapatan yang merata di setiap daerah yang mampu mengurangi distribusi kejahatan.
Kehidupan selalu memiliki dua sisi yang berpasangan, jahat-baik, keras-lembut, suami-istri, pria-wanita dan bukan waria apalagi banci kaleng, pahlawan-penjahat dan el el. Dimana posisi kita?
Kita berharap selalu berada pada posisi yang positif dan jangan pernah berputus asa untuk dapat tetap berada dalam posisi yang positif. Karena berada pada posisi yang positif berarti kita bukan pada posisi yang negatif.  siklus kehidupan yang terus berputar menyadarkan kita bahwa setiap saat konsistensi juga akan berubah baik itu sedikit atau banyak. Berapa banyak penjahat kelas kakap, lele dan gabus yang bertaubat sehingga berubah 180 derajat menjadi seorang pahlawan kelas eksekutif alias mantan penjahat. Tidak sedikit juga pahalawan tingkat tinggi sekejap jatuh luluh lantak menjadi sesuatu yang hina, tidak lain karena ia dipastikan ditaklukkan musuh terbesarnya, nafsu syahwat. Oleh karenanya, sekalipun kita tidak boleh berlaku sombong sebab kesombongan tidak laku di tempat manapun di penjuru dunia.
Sesuatu yang tercela tidak selamanya buruk dan sesuatu yang terpuji tidak selamanya baik. Perceraian nikah itu suatu yang tercela namun tidak berarti selalu buruk dan jujur itu perbuatan terpuji namun tidak berarti selalu baik, bayangkan ketika seorang tawanan perang yang berlaku jujur dengan mengatakan posisi dan kekuatan pasukannya kepada musuh, tentu bukan tindakan yang baik.
Untuk menjadi seorang pahlawan atau penjahat, tentu kita sudah paham syarat dan rukunnya. Jadi tinggal bagaimana kita memposisikan diri dan memilih untuk menjadi diantara keduanya. Dan jelas tidak bisa menjadi pahlawan dan penjahat sekaligus, semua ada batasannya. Begitupun tidak bisa menjadi pria dan wanita dalam satu waktu sekaligus, oleh karena itu banci dan waria itu alien. hehe

Advertisements

About NcangDaus

Tentang saya? kiranya ngga terlalu penting, nikmatilah tulisan ini tanpa harus tahu siapa penulisnya... :):D:D:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s