Suatu kisah ada seorang tukang kayu yang begitu rajin dan pekerja keras serta menjadi tauladan pada suatu perusahaan. Setelah sekian lama bekerja di perusahaan tersebut akhirnya ia mengajukan pengunduran diri kepada atasannya di perusahaan itu. Sang atasan merasa berkeberatan atas permintaan si tukang kayu untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya, sehubungan si tukang kayu merupakan aset yang begitu berharga bagi perusahaan atas segala prestasinya.

Namun si tukang kayu tetap bersikeras untuk mengundurkan diri dari perusahaan itu, meskipun perusahaan tersebut telah memberikan fasilitas jempolan untuk si tukang kayu agar ia mau bertahan di perusahaan. Setelah melobi sang atasan tersebut sedemikian rupa agar ia dapat mengundurkan diri dari pekerjaannya pada akhirnya sang atasan tidak dapat menahan lagi desakan si tukang kayu.
Setelah kalah dalam melobi, sang atasan berujar bahwa ia memiliki satu permintaan terakhir sebelum si tukang kayu itu meninggalkan perusahaan. Sang atasan meminta si tukang kayu untuk membuatkan sebuah rumah untuknya. Dengan hasrat yang tinggi si tukang kayu untuk segera mungkin meninggalkan perusahaan, ia pun menerima permintaan atasannya meski dengan rasa kesal dalam hatinya, pengunduran dirinya harus tertunda hingga ia menyelesaikan tugas terakhirnya.

Singkat cerita rumah itupun selesai dibangun dengan segenap kekesalan hati si tukang kayu, rumah itu telah berdiri meski berbentuk seadanya karena ia mengerjakannya hanya sebagai syarat agar segera dapat mengundurkan diri dari perusahaan. Si tukang kayu pun menghadap sang atasan guna melaporkan bahwa tugas terakhirnya telah ia selesaikan dengan penuh harapan dapat segera mengundurkan diri sambil juga menyerahkan kunci rumah yang telah ia dirikan itu.

Sang atasan pun menerima kunci rumah tersebut dengan tidak lupa berucap terimakasih atas selesainya tugas terakhir yang ia berikan kepada si tukang kayu, serta juga mengucapkan terimakasih atas segala pengabdian si tukang kayu kepada perusahaan selama ini. Setelah memegang kunci rumah yang tadi diberikan si tukang kayu, sang atasan pun seraya berucap bahwa ia memberikan kunci rumah itu kembali kepada si tukang kayu beserta rumah yang baru saja dibangunya itu sebagai hadiah dari perusahaan. Dan si tukang kayu pun hanya bisa tertegun…

#kisah ini boleh dapet dari khutbah jumat kemaren yang inti dari kisah diatas yakni, tujuan kita melakukan satu amal dalam konteks ibadah maka segala sesuatunya hanyalah sejatinya untuk kita dan bukan serta merta untuk untuk yang kita sembah yakni Allah AWJ. Karena kita yang membutuhkan Nya#

Advertisements

About NcangDaus

Tentang saya? kiranya ngga terlalu penting, nikmatilah tulisan ini tanpa harus tahu siapa penulisnya... :):D:D:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s