Motif, sebuah hal yang menjadi latar belakang seseorang melakukan suatu hal yang menjadi alasan ia berbuat sesuatu, itu pengertian dari buku yang saya karang-karang sendiri.. hehe

Berawal dari obrolan ringan dengan teman seperjuangan sambil di jalan pulang tadi petang, obrolan yang panjang hingga sampai pada pembahasan tentang ROKOK. Ya, hal yang sama-sama ngga kami sukai, selain karena faktor polusi udara juga karena banyak hal lainnya. Coba andai mereka yang merokok asapnya ngga dikeluarkan tapi langsung di telan pastinya kami ngga ada masalah dengan itu.. hehe

Paragraf pertama dan kedua akan saya kaitkan, menjadi sebuah pembahasan baru yakni topik Hidayat eh bukan maksudnya menjadi topiknya “Motif Perokok” beserta akan saya utarakan beberapa solusi tuntas dibawah ini sehingga antara tersangka -perokok, red- dengan korban tidak saling merugikan dan dirugikan. Tersangka -perokok, red- pun dapat dirugikan oleh si korban jikalau korbannya itu seorang Ade Rai yang lagi #galau. Bisa aja tersangka dilipet jadi empat bagian sama si korban…

Okeh, langsung ke pembahasan yakni Motif Perokok. Menurut pengalaman saya selama melihat, mendengar dan merasakan curahan hati para perokok bisa disimpulkan ada dua motif utama yakni motif eksternal dan motif internal. Motif eksternal, si perokok berharap bisa terlihat lebih gaul, macho, keren, necis dan apalah sehingga sebatang rokok bisa dijadikan “modal” buat bergaya dan mejeng. Motif internalnya, ia memang sudah kecanduan zat yang terkandung di dalam rokok seperti tembakau, nikotin dan kawan-kawannya. Bagi mereka yang udah kecanduan maka tulisan peringatan segede alaihim gambreng tentang bahaya rokok pun dihajar, karena sudah menjadi sebuah kebutuhan. Dua hal diatas saya ajukan buat jadi motif perokok pada umumnya.

Nah, kita sampai pada analisa solusi sehingga ngga ada pihak yang akan dirugikan dan perlakuan adil diberlakukan kepada tersangka dan korban. Berikut solusinya.

Solusi Motif Eksternal, untuk mereka yang merokok untuk bergaya supaya tampil necis, gahol dan macho serta machi (buat cewe). Perokok jenis ini bisa diatasi dengan tidak membakar rokok yang mereka pegang dan cukup di hisap dan kecup-kecup aja, pastinya ngga akan menimbulkan korban langsung yang fatal akibat asap rokok yang pekat itu paling cuma timbul korban ke gombalan akibat ke-gaholan, necis dan ke-machoan si tersangka. karena motifnya untuk bergaya, rokok ngga musti dibakar dan cukup dipegang serta di emut-emut aja. benefitnya lebih banyak diantaranya rokok dapat lebih awet lama serta bisa tetep dapet gebetan.

Solusi Motif Internal, mungkin ini yang agak berat solusinya kerena zat-zat yang terkandung di rokok udah “mendarah daging” bagi tersangka dan menjadi sebuah kebutuhan primer lebih dari sebakul nasi. mereka yang udah kecanduan berat rokok agak sulit lepas karena terikat pada kebutuhan tubuh yang selalu menuntut keberadaan zat-zat seperti tar, nikotin dan kawan-kawannya. Bila saja si tersangka merokok dengan membakar rokoknya apalagi di tempat publik, sudah barang tentu sang asap akan dengan liarnya singgah di hirupan hidung siapa saja tanpa kenal agama, gender, status sosial apalagi hobi. Lantas solusinya bagaimana untuk tetap tidak merugikan orang lain dengan asap rokok namun si tersangka masih tetap dapat memenuhi kebutuhannya akan zat-zat rokok yang dituntut tubuh mereka?

Langkahnya kurang lebih ada dua pilihan simpel, rokok  itu dikunyah kering secara langsung atau diseduh dan bisa juga dikukus dan direbus setelah itu diminum. Simpel bukan, tetap ngga ada yang dirugikan, baik itu hak-hak publik korban untuk menghirup udara segar juga kebutuhan primer si tersangka untuk mendapatkan zat-zat yang dituntut tubuh mereka.

Semoga postingan ini bisa jadi bahan pertimbangan dan untuk diingat bahwa para korban sangat tersiksa dengan sang asap rokok yang sungguh liar nakal dan brutal tanpa pandang bulu masuk ke rongga-rongga hidung ketika dihirup di tempat publik. Karena saya berulang kali menjadi korban dan merasakan binalnya sang asap berkeliaran tanpa arah dan tujuan. Hidup Sang Asap…!! (Lho??)

Advertisements

About NcangDaus

Tentang saya? kiranya ngga terlalu penting, nikmatilah tulisan ini tanpa harus tahu siapa penulisnya... :):D:D:D

6 responses »

  1. onesetia82 says:

    Sebuah motif yang keren mas … 🙂

  2. Hany says:

    setuju, tp bukan pada rokok asapnya kak, pd kta2nya, huhu

  3. Ilham says:

    moga ada alternatif lain bagi perokok. supaya pelan2 meninggalkan kebiasaan merokok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s