ayam-atau-telurSebuah obrolan singkat terjadi antara gue dan seorang bapak karyawan sebuah BUMD (Badan Usaha Milik Daerah). Unik dan agak bikin ngeh dah.. hehe

Obrolan dibuka dengan keluhan si bapak tentang projek pembangunan sebuah taman kota yang lumayan mahal menghabiskan nominal sampe M-M an dan ngga menghasilkan keuntungan buat BUMD tempat dia berkarya, Karena orientasi BUMD itu nyari untung sedangkan projek taman itu bisa dibilang bukan buat komersil tapi lebih ke pelayanan sosial, jelas semua orang yang masuk dan main di taman ngga bayar ongkos apapun

, malah yang kepalang buntung si BUMD yang musti nanggung biaya perawatan dan pemeliharaan, kurang lebih begitu keluhan si bapak tadi.

Sampe saat ini taman masih proses penyelesaian dan terus dikebut siang malem (kaya kisah jaka tarub, yeee), terlebih yang bikin heboh yakni setiap saat pengerjaan proyek taman itu selalu disidak sama Gubernur. Dan poin yang bikin tu bapak tambah keki, Si Gubernur seenaknya aja menentukan desain tata letak properti taman (huahaha) meski sebelumnya udah ada arsitek yang nentuin/merancang.  Bapak itu pun mencontohkan lagak Sang Gubernur ketika sidak proyek, suatu ketika Sang Gubernur duduk di kursi taman, Gubernur berkata,”Wah, kursinya ngga bagus nih, saya mau yang begini begitu model ini itu, saya mau barang ini ditaruh di sebelah sana bukan disini, saya mau pas nanti saya dateng udah berubah.” begitu kira-kira Sang Gubernur berkicau.. hehe

So, apa boleh buat bawahan cuma bisa manut nurut “titah” Sang Gubernur kalo ngga mau “kursi” si bapak bener-bener di geser dengan alasan keamanan jabatan, bawahan cuma punya jawaban “SIAP PAK GUBERNUR, LAKSANAKAN”, alhasil anggaran pun diotak-atik dan berisiko membengkak karena harus ganti material proyek itu taman.

Sebuah hal yang lucu ya, ketika punya Gubernur bak Raja, bebas menelurkan “titah” nan bertuah yang mau ngga mau harus dituruti. Kalo kita liat sisi ideal, ada baiknya si bawahan punya ketegasan untuk menjalankan tugasnya sesuai prosedur, tidak menghiraukan sikap Sang Gubernur. Bay de wey baswey, seseorang hendaknya memegang sebuah prinsip positif yang selalu dipegangnya dimanapun dan kapanpun. Ya, saya berharap bisa memiliki sikap dan berprinsip teguh bin tegas, bersikap objektif bukan malah sebaliknya sikap permisif, subjektif dan ABS (Asal Bapak Senang). hehe

Berdoa dimulai……

Advertisements

About NcangDaus

Tentang saya? kiranya ngga terlalu penting, nikmatilah tulisan ini tanpa harus tahu siapa penulisnya... :):D:D:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s